HIMPUNAN SENI FOTO AMATIR (HISFA) YOGYAKARTA
SEKELUMIT SEJARAH
Pendirinya tidak lain adalah Raden Dirjo Soemarto (R.D.S) Soemardi yang sekaligus menjadi ketua organisasi ini untuk beberapa periode. Berdirinya Himpunan Seni Foto Amatir (HISFA) Yogyakarta pada hari Sabtu 2 Oktober 1954 berawal dari Pertemuan R.D.S Soemardi dengan Tjan Gwan Bie, seorang fotografer dan pemilik Apotik Arjuna di Jalan Solo. Setelah pertemuan tersebut dilakukanlah pengumuman dari mulut ke mulut dan selebaran sederhana, terkumpulah 18 orang sebagai anggota pertama. Mereka itu antara lain Yong Kian, Sim Wan Yau, Dokter Soeharso, Kwik We Toen, dan Tjoa Ping Gwan. Hingga saat ini, HISFA masih mempertahankan logo organisasi yang berbentuk muka depan lensa dengan potongan film negatif bertuliskan HISFA tertempel di depannya. Sedangkan dipinggir lensa tertulis melingkar Himpunan Seni Foto Amateur Yogyakarta.
– 1954 s/d 1960an
Menurut Inu Wicaksana, puncak kebesaran HISFA terjadi pada kurun waktu tahun 1956 hingga tahun 1959. Dalam periode ini, para anggota HISFA sangat produktif mengikuti acara ceramah, diskusi, dan produktif menghasilkan karya foto yang banyak diikutsertakan dalam lomba foto baik tingkat nasional dan internasional. Berkat keuangan yang memungkinkan, buletin HISFA juga dapat diterbitkan secara teratur. Tetapi memasuki dasawarsa tahun 1960-an krisis politik yang disusul krisis ekonomi mengakibatkan aktivitas anggota HISFA mengalami penurunan tajam.
– 1970 s/d 1979
Antara 1973 hingga 1979, HISFA juga berhasil menggunakan Gedung Seni Sono (dahulu terletak persis di selatan Gedung Agung) untuk pertemuan dan pameran foto. Adapun prestasi HISFA yang lain adalah keikutsertaannya dalam pendirian Federasi Perkumpulan Senifoto Indonesia (FPSI) di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta pada Agustus 1973 yang diwakili oleh R.D.S. Soemardi, Peter Jatmiko dan S. Setiawan.
Pada 1978, HISFA dan Borobudur Amatir Foto (BAF) Purworejo mendapat kepercayaan dari FPSI untuk melaksanakan Salonfoto Indonesia VI tahun 1978 yang berlangsung di Purworejo dan Yogyakarta.
Pada 17 September 1979, R.D.S. Soemardi meninggal dunia dalam usia 71 tahun. Untuk mengenang jasa-jasanya, sejak Lomba Foto Tahunan 1981 HISFA memberikan trofi R.D.S. Soemardi Memorial Award bagi juara umum.
– 1980an
Di era 1980-an, HISFA yang diketuai KPH Anglingkusumo berhasil mengadakan Foto Fair yang berlangsung di gedung Purna Budaya Yogyakarta pada 1981. Sejak saat itu hubungan dengan Fuji Film (PT Modern Photo, Tbk.) semakin erat.
HISFA kembali dipercaya menjadi tuan rumah Salon Foto Indonesia pada tahun 1987, 1995, 2001, dan 2016. “Prestasi ini hanya diungguli PAF Bandung yang menjadi tuan rumah Salonfoto Indonesia Indonesia sebanyak enam kali” kata Johnny Hendarta, member HISFA sejak tahun 1978 pemilik CPC Studio.
– 1990an
Pada tahun 1991, HISFA menjadi sekretariat Federasi Perkumpulan Senifoto Indonesia (FPSI) untuk tahun 1991-1994 dan 1994-1997. HISFA menunjuk H Boediardjo (Menteri Penerangan Republik Indonesia 1968 – 1973) sebagai Ketua FPSI dan Sekretaris Jenderal-nya Johnny Hendarta. Sejak tahun 1991 itu lah, berkat kedekatan HISFA dengan PT. Modern Photo, Tbk., Salonfoto Indonesia dapat diselenggarakan setiap tahun terus-menerus tanpa terputus.
Di tahun 1994 HISFA ikut andil menyediakan tenaga pengajar untuk jurusan fotografi di fakultas baru yang dibentuk di Institut Seni Indonesia (ISI), yaitu Fakultas Seni Media Rekam. “Waktu itu belum ada dosen fotografi lulusan S-1” kata Risman Marah, anggota HISFA yang waktu itu dosen di ISI. Maka alternatifnya adalah menunjuk fotografer di HISFA yang sudah mempunyai jam terbang tinggi dalam dunia fotografi. Mereka yang kemudian menjadi Tenaga Pengajar Luar Biasa (TPLB) adalah S. Setiawan, Johnny Hendarta, dan Heri Gunawan.
– Awal 2000an
HISFA awal tahun 2000an dipimpin Lukman Dharsono menyelenggarakan lomba foto inovasi untuk pertama kalinya di Indonesia pada Mei 2001. Sementara pada Agustus 2001 HISFA juga menyelenggarkan Salon Foto Indonesia yang ke 20.
Tahun 2006 Federasi Perkumpulan Senifoto Indonesia kembali memberi kepercayaan kepada HISFA untuk menjadi sekretariat FPSI periode 2006-2009, Johnny Hendarta selaku Ketua HISFA ditunjuk untuk menjadi ketua FPSI dengan Wakil Ketua KRMT Roy Suryo dan S Setiawan, Sekjen FPSI Subagio, Bendahara Ir Gunawan Surya L, Hubungan Luar Negeri dipercayakan kepada Harto Solichin Margo (PAF), Seksi Komunikasi & Publikasi Hari Wahyudi, dan Seksi Lomba & Pameran Tonisuria.
Selama menjadi Sekretariat FPSI di tahun 2006-2009 dan kemudian 2009-2012, HISFA menunjuk Doni Fitri sebagai Ketua HISFA, di awal kepemimpinan Doni Fitri, pertemuan rutin bulanan anggota diadakan pada tiap hari Jumat terakhir di Ruang Sidang Puro Pakualaman, di Sekretariat HISFA yakni studio CPC, dan di kampus STSRD VISI.
– Tahun 2013 – 2018
HISFA kembali menggelar pameran karya-karya terbaiknya dengan tema “The Work Without Border #1” di Jogja Galeri pada 4-18 Mei 2013 yang dibuka oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia KRMT Roy Suryo Notodiprojo.
Pada 22-29 Maret 2014 HISFA kembali menggelar pameran fotografi bertajuk “The Work Without Border #2” yang menyajikan karya-karya HISFA yang lebih specific di Bentara Budaya Yogyakarta yang dibuka oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia.
Periode 2015-2018 HISFA yang dipimpin oleh Harjanto Sumawan mendapat kesempatan menggelar Salon Foto Indonesia yang ke 37 di tahun 2016. Pada Salon Foto kali ini, untuk pertama kali genre Street Photography masuk sebagai salah satu kategori. Mulai sejak itu gairah para fotografer Indonesia terhadap Salon Foto semakin meningkat.
Bulan April tahun 2018, HISFA menjadi klub pertama di Indonesia yang menggelar Intersalon dengan tajuk HISFA PHOTOGRAPHY COMPETITION 2018 (HPC-2018). Intersalon adalah Salon Foto yang diadakan diantara penyelenggaraan Salon Foto Indonesia yang digelar rutin sekali setiap tahunnya. Bisa dibilang intersalon adalah Salon Foto dengan level penyelenggaraan yang lebih kecil dan simpel. Pada Intersalon tidak di gelar kategori cetak.
Musyawarah Nasional Federasi Perkumpulan Seni Foto Indonesia (FPSI) pada bulan September tahun 2018, memutuskan HISFA kembali ditunjuk sebagai sekretariat FPSI. HISFA menunjuk Kembali Johnny Hendarta menjadi ketua FPSI didampingi Harjanto Sumawan sebagai Sekretaris Jendral FPSI.
Pada akhir tahun 2018, HISFA menunjuk Haryanto, anggota HISFA yang juga pemilik toko Gudang Digital Yogyakarta untuk menjadi ketua HISFA, posisi sekretaris jendral di percayakan kepada M. Jeffry Hanafiah.
– Tahun 2020 – Sekarang
Sayangnya situasi Pandemic Covid 19 yang terjadi pada periode ini membuat para pengurus HISFA tidak dapat bekerja maksimal. Pada periode dimana setiap orang dipaksa bekerja dari rumah ini, beberapa anggota HISFA memilih mengikuti salonfoto berpatronasi FIAP dan PSA diberbagai negara dan berhasil mendapatkan berbagai penghargaan.
Bulan Februari 2020 HISFA bersama Lembaga Fotografi Candranaya (LFCN-Jakarta) dan Perhimpunan Amatir Foto (PAF-Bandung) mengadakan International Salon Circuit bertajuk INDONESIA PHOTO CIRCUIT (IPC) 2020. Berikutnya pada Februari 2021 HISFA kembali menyelenggarakan INDONESIA PHOTO CIRCUIT (IPC) 2021 bersama Lembaga Fotografi Candranaya (LFCN-Jakarta) dan Nusantara Photography Club (NPC-Surabaya).
Pada Oktober 2021, HISFA mempercayakan posisi ketua kepada M. Jeffry Hanafiah, dibantu oleh David Lumentut, Muhana Syafiquddary, Mawaruddin, Gabriel Darlius, Bagus Handoko, Erlangga Fachri yang bertugas hingga 2024 mendatang.
Pada Maret 2022, HISFA PHOTOGRAPHY COMPETITION edisi yang ke-Dua (HPC-2022) kembali digelar. Dan kali ini diselenggarakan secara international. Selain FPSI, juga menyertakan patronasi FIAP dan PSA yang diikuti oleh 496 fotografer dari 54 negara.
Edisi ke-Tiga HISFA PHOTOGRAPHY COMPETITION (HPC-2023) kembali digelar pada bulan Maret tahun 2023 dengan tetap menyertakan patronasi FIAP dan PSA.